WONOSOBOZONE - Harga komoditi
sayuran di Pasar Induk Wonosobo, awal bulan Februari 2015 mengalami penurunan
cukup drastis. Hasil pantauan tim dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan
Kabupaten Wonosobo, yang dilakukan sepanjang pekan pertama lalu, penurunan
harga terbesar dialami cabe rawit merah dan cabe merah keriting. Selain cabe,
tomat, bawang merah dan bawang putih juga mengalami penurunan harga.
Dari laporan
tertulis yang disampaikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan kepada Bupati
Wonosobo, Selasa 10 Februari 2015, diketahui bahwa penurunan terbesar yang
dialami cabe rawit merah mencapai 50 %. Dari sebelumnya Rp 60.000,- per
kilogram di akhir Januari, turun ke Rp 30.000,- per kilogram. Di urutan kedua,
penurunan harga sebesar 15 % dialami cabe merah keriting, yang sebelumnya ada
di harga Rp 20.000,- per kilo, menjadi Rp 17.000,-. Sementara, untuk komoditas tomat, yang
sebelumnya dihargai Rp 8.000,- per kilo, menjadi Rp 7.000,-. Demikian pula
dengan bawang merah dan bawang putih, yang sebelumnya berharga Rp 15.000,- dan
Rp 16.000,- sekilonya, turun menjadi Rp 13.000,- dan Rp 15.000 per kilogramnya.
Selain komoditas sayuran yang terpantau mengalami penurunan harga, tim dari Disperindag juga menemukan kenaikan harga di komoditas daging ayam ras. Pada akhir Januari, harga per kilogram daging ayam ras masih Rp 28.000,-, dan pada saat disidak tim, harga daging ayam yang banyak dikonsumsi masyarakat tersebut menjadi Rp 29.000,- per kilogramnya.
Menurut Bambang, adanya penurunan harga cukup drastis di jenis komoditas sayuran diakibatkan oleh stok melimpah dari petani, sedang permintaan konsumen relatif masih stabil. Sedang komoditas minyak tanah, yang mengalami penurunan sekitar 13,79 %, diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang menetapkan harga BBM mengikuti harga keekonomian.
Selain komoditas sayuran yang terpantau mengalami penurunan harga, tim dari Disperindag juga menemukan kenaikan harga di komoditas daging ayam ras. Pada akhir Januari, harga per kilogram daging ayam ras masih Rp 28.000,-, dan pada saat disidak tim, harga daging ayam yang banyak dikonsumsi masyarakat tersebut menjadi Rp 29.000,- per kilogramnya.
Menurut Bambang, adanya penurunan harga cukup drastis di jenis komoditas sayuran diakibatkan oleh stok melimpah dari petani, sedang permintaan konsumen relatif masih stabil. Sedang komoditas minyak tanah, yang mengalami penurunan sekitar 13,79 %, diakibatkan oleh kebijakan pemerintah yang menetapkan harga BBM mengikuti harga keekonomian.
0 komentar:
Posting Komentar