WONOSOBOZONE - Meneruskan tradisi tahunan, dan sebagai wujud telah rampungnya masa pendidikan, Minggu, 31 Mei, sedikitnya 41 siswa-siswi Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia (Permadani) Kabupaten Wonosobo menjalani prosesi wisuda. Bertempat di Gedung KORPRI Wonosobo, wisuda yang dihadiri oleh beberapa pimpinan SKPD tersebut berlangsung khidmat dan artistik, khas budaya Jawa. Berbalut busana tradisional Jawa, seluruh siswa dan para pengurus Permadani dengan khusyuk dan penuh penghayatan melaksanakan berbagai ritual sebelum prosesi inti wisuda.

Sebelum wisuda, acara dimulai dengan pelantikan Dewan Pengurus Permadani Wonosobo periode 2014-2018, yang diketuai kembali Imam Muhayat dan diisi oleh 27 orang pengurus. Kepengurusan kali ini sendiri merupakan hasil musyawarah Permadani Wonosobo yang digelar pada 30 November 2015, dan pelantikannya sengaja dibarengkan dengan wisuda Bregada XI.

Pengurus DPD Permadani Provinsi Jawa Tengah, Antonius Supendi, dalam sambutan pelantikannya meminta kepada pengurus yang baru agar mengedepankan cipta, karsa dan budaya dalam memimpin organisasi yang berkiprah dalam usaha pelestarian dan pengembangan budaya nasional yang bersifat sosial, non komersial dan non politik ini.

Antonius menitipkan pesan, agar tiap pengurus organisasi yang lahir di kota Semarang pada Rabu Pahing 4 Juli 1984 dengan nama awal Yayasan Permadani Jawa Tengah ini, memegang teguh sesanti Permadani, yakni Tri Nitiyogya, yang meliputi Hamemayu Hayuning Sasama, Dados Juruladosing Bebrayan Ingkang Sae dan Sadhengah Pakaryanipun Tansah Sageda Ngrmenaken Tiyang Sanes, serta Tri Rukun, yakni Rukun Rasa, Rukun Bandha dan Rukun Bala.

Setelah pelantikan dilanjutkan dengan perkenalan ke-41 siswa bregada (angkatan) XI diteruskan dengan tarian gambyong yang diperagakan oleh dua penari. Acara wisuda kemudian dibuka oleh  Ketua Permadani Kabupaten Wonosobo, Imam Muhayat. Dalam sambutan pembukaannya, Imam mengungkapkan bahwa Permadani Wonosobo senantiasa mengupayakan terjaganya kelestarian budaya tradisional Jawa melalui kelangsungan pendidikan terhadap para peminat budaya di Kabupaten Wonosobo.

Untuk tahun 2015 ini, pihaknya berhasil meluluskan 41 siswa-siswi bregada XI yang mulai menempuh pendidikan pada 22 September 2014 lalu. Terhitung mulai tanggal 11 Mei 2015, ke – 41 siswa angkatan ke-11 tersebut sudah dinyatakan lulus. Imam berharap agar generasi penerus budaya tradisional Jawa yang telah berhasil menamatkan pendidikannya mampu mengimplementasikan keluhuran budaya Jawa secara optimal di Masyarakat. Para siswa yang tergabung dalam Pawiyatan (jurusan) Panatacara dan Pamedhar Sabda tersebut nantinya akan berkiprah lebih banyak di ajang pernikahan dan berbagai acara yang berhubungan dengan ritual tradisional kejawen.
Lebih lanjut, Imam juga menyebutkan bahwa sejak tahun 2005, pendidikan tradisional Jawa yang dulunya dilangsungkan di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Wonosobo dan sekarang di Kantor Arsip dan Perpustakaan Wonosobo setiap Senin dan Kamis tersebut telah meluluskan 430 siswa dari XII angkatan, termasuk angkatan XII yang diikuti Pawiyatan Redin Purworejo, dengan peserta dari beragam profesi, seperti guru, karyawan swasta, wirausahawan, pensiunan bahkan petani. Rinciannya, 42 orang angkatan I, 42 orang angkatan II, 28 orang angkatan III, 28 orang angkatan IV, 42 angkatan V, 39 angkatan VI, 30 angkatan VII, 35 angkatan VIII, 33 angkatan IX, 47 angkatan X, 41 angkatan XI dan 23 orang angkatan XII yang diikuti Pawiyatan Redin Purworejo.

Adapun seserepan atau materi yang biasanya diajarkan dalam Pawiyatan Panatacara-Pamedhar Sabda Permadani diantaranya basa tuwin sastra jawi, kapanatacaran, kapermadanen, gladen mambiwara, penggeping wicara, busana jawi, ngadat atau tatacara, tata karma atau budi pakarti, padhuwungan, sekar lan gendhing, sekar setaman, cecawis pendadaran, cecawis paragan serta pendadaran sinerat dan paragan.

Dalam setiap materinya terdapat kegiatan praktek atau gladen secara langsung, sehingga diharapkan materi yang disampaikan tidak hanya didengar tetapi dapat dipraktekkan dan dipahami untuk diamalkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, Bupati Wonosobo melalui Kepala Bidang Pendidikan Anak Usia Dini, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Wonosobo, Hadi Sukirman Sismandiri, berharap agar para wisudawan-wisudawati mampu menjadi duta bagi kelangsungan tradisi Jawa, khususnya di Kabupaten Wonosobo. Meski bukan guru, mereka yang telah lulus dari Permadani sudah selayaknya mampu memberi contoh, terutama dalam berperilaku khas orang jawa yang menjunjung tinggi nilai kehormatan dan unggah-ungguh atau kesopanan. Senada dengan Sismandiri, perwakilan DPD Permadani Provinsi Jawa Tengah, Antonius Supendi, yang ikut mewisudha meminta agar siswa yang lulus angkatan XI ini dapat menjaga adat istiadat jawa yang saat ini sudah hampir dilupakan, terutama di kalangan generasi muda dengan mendorong kecintaan mereka kepada budaya nasional yang adi luhur, dengan tidak menolak kebudayaan asing, namun memanfaatkannya untuk mengembangkan dan memperkaya kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia dan yang terpenting adat budaya jawa tidak akan punah.

Permadani Wonosobo Wisuda 41 Siswa Bregada XI



0 komentar:

Eatbox Kitchen Wonosobo

Eatbox Kitchen Wonosobo
Jl. T. Jogonegoro, Funbox Resto Cafe, Lt.2
 
wonosobozone.com © 2015. All Rights Reserved.
Top