WONOSOBOZONE - Untuk ke 11 kalinya, bursa lowongan kerja (Job Fair) digelar di Kabupaten Wonosobo. Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, untuk Job Fair kali ini, Kantor Tenaga Kerja dan Transmigrasi menggandeng forum komunikasi bursa kerja khusus (FK BKK) sekolah menengah kejuruan (SMK), demi mengoptimalkan daya serap bagi para pencari kerja, khususnya bagi para lulusan anyar (frsh graduate). Dalam laporan tertulis yang dibacakan di awal pembukaan job fair di Sasana Adipura Kencana, Rabu (3/6), Kepala Kantor Nakertrans, Dra Siti Nuryanah MSi menyebut pihaknya menargetkan 1000 pencari kerja bisa terserap dalam 6000 formasi pekerjaan yang dibuka oleh 45 perusahaan. “Selama dua hari ini, kami membuka kesempatan untuk para pencari kerja, agar mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, dan mendapat pekerjaan yang sesuai dengan minat dan keterampilannya”, ungkap Nur.
Upaya untuk terus
meningkatkan daya serap di bursa kerja tersebut, menurut Nuryanah tak lepas
dari fakta bahwa selama dua tahun terakhir jumlah lulusan SMK masih cukup
besar. “Tahun 2013/2014, kami mendapat data bahwa jumlah lulusan SMK mencapai
2.738, dan untuk tahun ini bahkan
mencapai 3.304 orang”, urai Nur. Jumlah tersebut, seperti dijelaskan
Setya Rahmawanto dari FK BKK tak semua bisa terserap ke bursa kerja. “Secara
prosentase, jumlah lulusan SMK yang bisa masuk ke bursa kerja hanya sekitar 40
%, sementara 20 % lainnya memilih melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, dan
40 % lainnya tidak diketahui peminatannya”, beber Setya. Hal tersebut menurut
Setya tak hanya bisa diselesaikan dengan job fair saja, mengingat masih ada
potensi untuk para lulusan SMK yang ingin membuka wira usaha sendiri. “Di
sekolah kami sudah mengajarkan kewirausahaan, dan banyak pula di antara lulusan
yang telah mencoba untuk mandiri”, lanjut Setya. Namun demikian, pihaknya juga
terus mengembangan jalinan kerjasama dengan berbagai pihak, khususnya Kantor
Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Melalui kerjasama itu, nantinya lulusan SMK
diharapkankan bisa mendapat pendampingan dan pelatihan lanjutan.
Harapan Setya
tersebut selaras dengan pesan Bupati Wonosobo HA Kholiq Arif ketika membuka job
fair. Menurut Bupati, selain solusi alternatif melalui job fair, penyerapan
tenaga kerja produktif juga bisa ditempuh dengan memperluas kewirausahaan.
“Kantor Nakertrans saya minta untuk secepatnya membuat desain untuk masa depan
lulusan SMK, agar kelak mereka juga memiliki keberanian untuk mengembangkan
entrepreneurship”, ungkap Kholiq. Dengan semakin banyaknya tenaga kerja yang
memilih untuk mandiri, maka ke depan ketergantungan terhadap perusahaan juga
semakin berkurang. “Job Fair tetap perlu dan layak diapresiasi, namun upaya
menggugah keberanian untuk mandiri di kalangan generasi muda tak kalah
penting”, tegas Bupati sebelum menutup sambutannya.
0 komentar:
Posting Komentar