Puluhan peternak dan petani yang akan mengikuti pelatihan   peningkatan keterampilan

WONOSOBOZONE - Pemkab Wonosobo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo berencana mengirim tidak kurang dari 98 peternak untuk mengikuti pelatihan keterampilan ternak, yang akan dilaksanakan di Balai Besar Peternakan (BBPP) Batu Malang Jawa Timur, sementara 15 orang petani kentang akan dikirim mengikuti magang di Balai Penelitian Sayuran (BALITSA), pada 8 sampai 14 Mei mendatang.

Dalam pembekalan yang digelar sebelum pemberangkatan, Selasa, 3 Mei, di aula SKB Sidojoyo, Sekretaris Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Pujiono, menyampaikan pelatihan ketrampilan bagi petani kentang serta peternak sapi, kambing dan domba, sebagai upaya untuk meningkatkan ketrampilan serta pengetahuan peternak tentang pengelolaan dengan informasi teknologi terbaru maupun dalam penerapan peternakan di lapangan. Sekaligus sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan petani kentang dalam menangkarkan benih kentang yang berkualitas yang nantinya akan berdampak linier dengan peningkatan produksi kentang, untuk  menjawab peningkatan permintaan pasar kentang, sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk yang mengkonsumsi kentang sebagai sayuran sehari-hari, meningkatnya pendapatan serta berkembangnya industri pengolahan makanan dengan bahan dasar kentang.

Terkait hal ini, ia meminta kepada para peserta untuk mengikuti pelatihan dengan baik dan nantinya bisa memanfaatkan pengetahuan serta ketrampilan yang didapat dan menularkannya kepada petani dan peternak lainnya.

Menurutnya, pembangunan pertanian menempati prioritas utama dalam pembangunan ekonomi daerah. Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Wonosobo tidak lepas dari pertumbuhan sektor pertanian secara umum yang cukup besar. Pada tahun 2015 kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB Kabupaten Wonosobo sebesar 46% yang merupakan sumbangan terbesar dibandingkan sektor-sektor lainnya.
Dari lima sub sektor pertanian, yang memiliki andil terbesar dalam perekonomian adalah pertanian tanaman pangan dengan komoditasnya meliputi tanaman padi dan palawija, tanaman buah-buahan serta tanaman sayuran. Salah satu tanaman sayuran yang memiliki potensi adalah budidaya kentang, yang mana pada tahun 2015, luas areal produksi mencapai 3.431 Hektar dan jumlah produksi mencapai 53.182 Ton.

Meski demikian, pada kenyataanya, potensi kentang belum dimanfaatkan secara maksimal. Salah satu faktor penyebabnya adalah masih kurangnya pengetahuan dan ketrampilan petani, terutama dalam memenuhi kebutuhan bibit kentang yang berkualitas, sekitar 5.147 Ton per tahun, dengan asumsi per hektar arel produksi budi daya kentang membutuhkan 1 Ton sampai dengan 2 Ton bibit kentang bermutu, yang nantinya akan berpengaruh terhadap peningkatan produksi.

Selain potensi di bidang pertanian, Kabupaten Wonosobo juga sangat potensi untuk pengembangan peternakan, terutama ternak sapi, kambing dan domba, didukung oleh musim tropis yang sangat cocok untuk pengembangan peternakan serta ketersediaan Hijauan Pakan Ternak (HPT) yang melimpah mencapai 86.124 Aniamal Unit (AU), sehingga memungkinkan pengembangan ternak sebanyak 46.672 ekor.

Besarnya potensi peternakan di Kabupaten Wonosbo ditunjukkan oleh peningkatan populasi ternak, yang mana pada tahun 2014 jumlah populasi sapi potong mencapai 21.970 ekor dan meningkat menjadi 22.397 ekor pada tahun 2015, meningkatnya populasi kambing dari 149.618 ekor menjadi 151.816 ekor dan meningkatnya populasi domba dari 91.613 ekor menjadi 94.261 ekor.

Ia menambahkan, sama halnya dengan pengembangan potensi budi daya kentang, satu hal yang patut menjadi perhatian semua pihak adalah pengembangan potensi peternakan masih menghadapi tantangan, utamanaya pada belum maksimalnya pemanfaatan sumber daya peternakan, yang bisa dilihat dari rendahnya produktifitas, dikarenakan pengelolaan ternak yang belum optimal.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Wonosobo, Sidik Driyono, mengungkapkan, peternak yang mengikuti pelatihan meliputi peserta pelatihan keterampilan ternak sapi perah sebanyak 22 orang, pelatihan keterampilan ternak sapi potong sebanyak 32 orang, pelatihan keterampilan ternak kambing sebayak 22 orang dan pelatihan keterampilan pengolahan limbah sebanyak 22 orang. Sedangkan 15 petani kentang yang dikirim akan mengikuti magang pembenihan kentang.

Sementara menurut salah satu peternak, Cipto (51) asal desa Timbang kecamatan Leksono, mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan pelatihan semacam ini. Peternak yang memiliki 20 ekor kambing dan sudah menggeluti ternak selama 10 tahun ini, merasakan manfaat sangat besar, khususnya dalam mengoptimalkan teknik pengolahan pakan ternak agar kualitas ternak meningkat serta meningkatkan teknik pengelolaan hewan ternak agar ternak sehat dan jauh dari penyakit, yang bisa menurunkan nilai ekonomis hewan di pasaran.


0 komentar:

Eatbox Kitchen Wonosobo

Eatbox Kitchen Wonosobo
Jl. T. Jogonegoro, Funbox Resto Cafe, Lt.2
 
wonosobozone.com © 2015. All Rights Reserved.
Top