WONOSOBOZONE - Ritual rutin setiap Idul Fitri, berupa takbiran keliling dan pawai lebaran memicu kejadian tak mengenakkan di Kertek dan Watumalang. Penyebabnya hampir sama, yaitu saling ejek antar peserta takbiran dari kampung yang berlainan, sehingga terjadi gesekan dan berujung pada bentrok fisik. Beruntung, kejadian tersebut tak sampai merenggut korban jiwa, dan berhasil didamaikan melalui musyawarah warga, dengan mediasi para pejabat dari jajaran Polres dan Kodim, serta unsur Muspika setempat.
Sementara, di Kecamatan Watumalang, kejadian bentrokan warga terjadi akibat gesekan antara pemuda dari Dusun Mutisari, Desa Mutisari dengan Pemuda Dusun Depok, Desa Krinjing. 5 pemuda Depok terpaksa menjalani rawat inap di RSUD Setjonegoro akibat menderita luka serius setelah terlibat adu fisik. Menurut beberapa warga Depok yang enggan disebut namanya, bentrokan antar pemuda tersebut dipicu oleh para pemuda Mutisari yang bertakbiran menggunakan kendaraan roda dua dengan knalpot tak standar.
"Para pemuda dari Mutisari bertakbiran hingga keluar batas Dusun dan mengganggu takbiran keliling warga Depok yang berjalan kaki, sehingga dihentikan oleh Manoto, ketua Pemuda Depok," jelas salah satu warga. Rupanya hal itu tidak dapat diterima oleh pemuda Mutisari, sehingga dengan botol miras kosong yang mereka bawa, Manoto dihantam tepat di bagian belakang kepalanya. Tak ayal, pemukulan tersebut langsung memicu 5 pemuda Depok untuk melawan 16 pemuda Mutisari, hingga bentrokan pun tak terhindarkan.
"5 pemuda dari Depok terluka karena bentrokan tak seimbang, dan dilarikan ke RSUD Setjonegoro," pungkas warga lainnya.
0 komentar:
Posting Komentar