WONOSOBOZONE - Desa Patak Banteng, Kecamatan Kejajar dikukuhkan sebagai Kampung UKM Digital pertama di Wonosobo. General Manager Telkom Witel Jateng Selatan, Abdul Hamid Arrozi menyebut Patak Banteng layak diangkat sebagai Kampung UKM Digital karena memiliki potensi ekonomi sangat beragam. "Di desa patak banteng ini, ada tak kurang dari 40 pelaku UKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan dan didukung agar mampu bersaing," tutur Hamid ketika ditemui seusai acara launching Kampung Digital di Balai Desa setempat, Selasa (10/5).
PT Telkom, dikatakan Haris memang memiliki target untuk mengembangkan 300 Desa se-Indonesia sebagai Kampung UKM Digital sampai akhir 2016. Khusus di wilayah telkom Jateng Selatan, Patak Banteng menjadi desa keempat setelah Purworejo, Kabupaten Magelang, dan Kebumen. Diharapkan, dengan status sebagai Kampung Digital, para pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) mampu memanfaatkan teknologi informasi untuk mendukung pemasarannya. "Kami membuka situs online yang mampu mengakomodasi kebutuhan pemasaran produk khas dari para pelaku UKM Patak Banteng," lanjut Hamid. Dengan dipasarkan melalui jejaring online, pangsa pasar produk UKM dari Patak Banteng dikatakan Hamid bakal sampai ke seluruh dunia.
Bentuk dukungan lain dari Telkom pada kampung digital, menurut Hamid juga akan sampai pada pelatihan bagi para pelaku UKM. Pelatihan agar para pengusaha kecil bisa mengakses internet secara lebih optimal dikatakan Hamid juga akan diberikan, termasuk sampai kepada cara memotret produk, sehingga terlihat lebih bagus ketika dipasarkan melalui internet. "Konsep kampung digital mengedepankan filosofi pentahelix ABCGM," kata Hamid. Konsep tersebut, diurai Hamid bakal melibatkan unsur Akademician alias akademisi, Bussines atau para pengusaha, Community atau kelompok usaha, Government (Pemerintah), dan Media (Pers).
Terjalinnya kerjasama antara Desa Patak Banteng dengan PT Telkom dalam bingkai kampung digital disambut antusias Bupati Wonosobo, Eko Purnomo. "Dipilihnya Patak Banteng sebagai Kampung digital ini saya harapkan mampu mengantarkan para pelaku UKM untuk mendunia," tutur Eko seusai mencoba mengakses salah satu situs jual beli online. Adanya kesempatan untuk memasarkan produk-produl lokal ke seluruh dunia, menurut Bupati juga selayaknya dimanfaatkan secara optimal. "Pelaku UKM, saya harap juga secepatnya mempelajari seluk beluk perdagangan online, karena pihak Telkom telah menyediakan fasilitas pembelajarannya," pungkas Bupati.
0 komentar:
Posting Komentar